Senin, 03 Oktober 2011

Dan Ternyata...

Mengeluh lagi,
menangis lagi,
stress lagi,
depresi lagi,
huuufft.... capek rasanya..

Ternyata aku memang belum dewasa. Masih seperti anak kecil yang segalanya harus diatur, harus ditunjukkan, harus dibimbing.
Semua yang dia katakan tentang aku memang benar adanya. Aku bodoh dan kekanakan.
Aku selalu saja menggantungkan hidup dan kebahagiaanku pada orang lain. Berharap mereka peduli padaku. Berharap mereka mau mengerti aku, menyayangiku, dan membuatku bahagia. Mengapa aku tak melakukan sendiri apa yang kuharapkan dari orang lain itu?? Bodohnya aku..

Selama ini aku telah salah menilai dan menjalani hidupku sendiri.
Bagaimana bisa aku mencintai orang dengan sepenuh hati kalau aku sendiri belum bisa mencintai diriku sendiri?
Bagaimana bisa aku berusaha membuat orang lain sedangkan aku tak pernah berusaha membuat diriku sendiri bahagia?
Dari dulu selalu mencari tahu apa yang diinginkan orang lain, dan menemukan sesuatu yang aku kira benar. Melakukan apa yang orang ingin, menuruti kemauan orang lain.
Hellooooow... Kris, ini hidupmu!!! Kenapa kamu malah membiarkan dirimu menjadi pengikut orang lain??

Ternyata selama ini:
Aku tak pernah punya keberanian untuk berdiri sendiri.
Aku tak pernah punya keberanian untuk percaya pada hatiku sendiri.
Aku tak pernah punya keberanian untuk jadi diriku sendiri.
Aku terlalu takut tak ada orang yang mau peduli denganku.
Aku terlalu takut tak ada orang yang bisa menerimaku.
Ternyata aku takut sendirian..

Sebuah perasaan masalalu. Perasaan yang membuatku takut terulang lagi.
Ternyata itu jawabannya...

Tidak ada komentar: