Bagaimana sanggup ku katakan sekarang?
Aku telah memilih untuk berhenti terbang dan melepaskan genggamanku.
Kita telah berjalan masing-masing.
Kini aku sudah berani berharap. Aku bermimpi. Dan aku bercita-cita.
BAHAGIA. Itu.
Aku sudah memulai langkahku dari dulu. Seminggu setelah aku terhempas badai dan terombang-ambing setelah ditinggal hatiku karam. Bukan aku tak sanggup berenang menepi saat itu. Aku hanya sedang beristirahat karena lelahku. Kemudian kau menemukan dan merawatku.
-skip-
Aku telah memilih untuk berhenti terbang bersamamu. Bukan karena aku tak mau bersamamu. Bukan itu.
Namun hanya aku merasa tak bisa. Sayap kita beradu, tak bersatu. Maka dari itu aku pilih berjalan sendiri.
Saat ini mungkin telah banyak perubahan yang akan kau lihat. Aku yang mungkin kau pikir bukan aku. Aku yang mungkin orang pikir tidak mungkin aku. Tapi ini tetap aku. Ini masih aku yang dulu. Hanya saja, ini aku yang sesungguhnya aku.
Mari berdamai dengan realita. Ini fakta. Pahit, manis, getir, asam. Tapi ini nyata.
Aku sudah kembali membawa mimpi.
Membawa angan dengan sejuta konsep. Konsep matang yang tak pernah orang tau sebelumnya.
Konsep yang telah lama kusimpan dalam peti yang terkubur dalam diamku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar