Dear @Sheilaon7....
1999, kira-kira ditahun itu aku pertama kali mengenalmu. Berawal dari sepupuku yang tiap pagi menyanyikan salah satu lagu milikmu. "Pegang erat pinggangku saat kita melaju diatas dua roda dendangkan serta lagu kesayanganmu seperti sediakala dimana kita terangkai bersama." Tiap sampai pada lirik ini aku selalu tertawa. Kamu tau kenapa? Karena dia sampai mangap-mangap kehabisan nafas. Hahahaha...
Karena hampir setiap pagi dia menyanyikan lagu itu, lama-lama aku menikmatinya. Lirik lagunya gokil-gokil. Musiknya enak didengar, dan aku menikmatinya. Itu adalah pertama kalinya aku tertarik dan menyukai lagu dan musik.
Pada suatu hari aku tanya sepupuku: "Sheila On 7 tu yang mana sih Yan?", dan dia jawab: "Makanya mbak, jangan nonton kartun mulu. Nanti deh aku kasih tau."
Maklum, saat itu kan aku masih ingusan. Masih kelas 5 SD. Imut kan?? :p
Akhirnya pas menjelang maghrib, di salah satu TV swasta memutar video klip sebagai jeda maghrib (jaman dulu nggak jarang sekali kan TV yang menyiarkan adzan maghrib?). Divideo klip itu ada adegan mbak-mbak lewat sambil menuntun sepedanya melewati 5 orang cowok. Dan kelima cowok itu memandang si mbak terpesona. Saat itulah sepupuku ngasih tau, yang ada di layar kaca itu adalah Sheila On 7, di klipnya yang berjudul "Perhatikan Rani!".
Aku melihat klip itu tanpa berkedip (hiperbola dikit gak apa2 ya..) dan saat itulah aku melihat seseorang yang berambut gondrong yang berperan sebagai pemuja mbak2 tadi. Kata sepupuku itu vokalisnya, namanya Duta. Sumpah aku kesengsem berat.
Tiap hari aku mantengin TV, berharap ada klip darimu lagi yang diputar, hingga aku bisa melihat kak Duta lagi.
Sejak saat itu aku terobsesi dengan kamu! Aku beli kasetmu. Aku berburu poster dan stikermu. Aku nabung hanya buat beli majalah edisi khusus Sheila On 7. Aku hafal biodata masing-masing personelmu, apa yang mereka suka, apa yang tidak mereka suka, kebiasaan mereka, bahkan aku selalu berburu berita tentangmu. Aku jadi maniak!
Seiring dengan berjalannya waktu, aku semakin bertumbuh. Semakin lama, aku juga semakin terobsesi denganmu. Kekagumanku pada sosok Kak Duta juga semakin besar.
Saat kak Duta menikah, aku sempat kehilangan semangat. Setiap hari murung, dan sering menangis tiba-tiba. Yaa Tuhaaaaaan... Mungkin aku gila.
Lama kelamaan aku berusaha move on. Aku berpikir, mungkin itu hanya kekecewaan seorang fans pada idolanya. Aku berhenti sampai situ. Tapi ternyata aku salah. Hidupku sudah terpengaruh sangat besar oleh seorang Duta. Mulai dari asesoris (gelang hitam di lengan kiri yang tak pernah dilepas), dimana aku ingin kuliah (Mekanisasi Pertanian UGM), hingga bertahun-tahun kemudian aku masih selalu tiba-tiba semangat ketika mendengar suara kak Duta. Bahkan (mantan) pacarku sempat cemburu berat dengan kak Duta karena dia selalu berada diurutan setelah kak Duta dalam hidupku.
Kak Dut, kamu tau nggak, saat pertama kali kita ketemu pas kakak manggung di malang 26 Oktober 2011 kemarin, aku berasa terbang. Sumpah seneng banget. Melihat wajah kakak saja membuat pipiku memerah dengan sendirinya, apa lagi pas "salim" ke kakak waktu kakak mau balik ke Jogja. Berasa tanganku gak mau ku cuciiiii.... >.<
Saat itu baru aku sadar, selama sepuluh tahun ini, ternyata aku telah jatuh cinta pada kak Duta. Dan kak @Duta507 adalah cinta pertamaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar