Selasa, 31 Januari 2012

Hey Mr. J!! Bernostalgila yuk! :P

To: Moh. Joko Arifianto (di akun fb: Arif Cahaya Mustika)


Bwahahahahahahahahahahahhahahaahhahahahahahahhahaahhahhahaahhaha!!! :))

Oooppsss! *tutup mulut*

Maap yak, aku tak bisa menahan keinginanku untuk terbahak-bahak karena mengingatmu!
Herankah kau??

Ah, coba kau putar lagi ingatanmu pada 10 tahun yang lalu. Kira-kira saat itu kau masih kelas 3 SMP dan aku kelas 6 SD. Sudahkah kau ingat? Pasti sudah kan?
Iya, cinta monyet itu. Kau ingat kan? :))

Bernostalgila yuk!!

Hmmmm... Mulai dari awal kita kenal yak!
Kalau tidak salah, dulu berasal dari tetangga depan rumahku, mbak Yuk. Gara-gara dia kan kita jadi kenal? Gara-gara dia tau kalau kita berdua sama-sama ngefans berat sama yang namanya Sheila On 7 terutama mas Duta. Dia menceritakan pada kita betapa masing-masing dari kita menggilai Sheila On 7. Kita yang masih sama-sama ber-ego besar merasa tidak terima jika ada yang lebih "sheilagank" dari diri kita. Akhirnya dari situ kita mulai saling ejek.
Masing-masing ingin menunjukkan "hey kau itu loh nggak ada apa-apanya dibanding aku. Aku ini loh lebih sheilagank daripada kau. Aku ini loh dah banyak berjuang untuk ketemu Sheila On 7. Aku ini loh udah koleksi ini itu. Aku loh.. Aku loh.." dan masih banyak "aku loh" yang lain.
Kita ngobrol, kita debat, kita diskusi, tapi kita nggak pernah bertemu. Smsan? Hellooooooow... Jaman segitu HaPe masih barang ekslusif banget kan yak? Jadinya semua yang kita lakukan itu lewat mbak Yuk -si tetangga penyampai pesan-. Hingga akhirnya kita saling penasaran. Gimana enggak, berantem terus tapi belum pernah ketemu, bahkan saling tau wajahpun tidak. Hahahahahahahahahha.... Aneh sekali ya kita ini? :))

Kau ingat tak ketika pertemuan pertama kita? Aku dengan nekatnya bersama sahabatku nungguin kau pulang sekolah di jalan raya. Di gardu ronda itu. Dan ketika kau lewat, bukannya aku menyapamu dengan baik, aku malah berteriak panggil-panggil nama kau dan maki-maki kau. Kau yang merasa dihina dua cewek songong yang tak kau kenal langsung berhenti dan berbalik menghampiri kami. Seketika aku dan sahabatku itu diam dan langsung mengambil langkah seribu melarikan diri dari kau.
Heeeeey, jangan ketawa! Saat itu aku takut kau marah, sekaligus malu tauk! *blushing*

Beberapa waktu setelah kejadian itu, mbak yuk -si tetangga penyampai pesan- menunjukkan sebuah pas foto padaku. Dia menyuruhku menebak, itu foto siapa. Aku tak tau lah. Tapi setelah kulihat-lihat, foto itu mengingatkanku pada seseorang: Mas Duta! Aku langsung merengek meminta foto itu dari mbak Yuk. Tapi jahatnya dia tak mau kasih. Baru setelah pulang dari masjid (adegan itu tadi pas tengah-tengahnya kami mengikuti khotbah jum'at), dia bilang kalau foto itu bukan foto mas Duta tapi fotomu. Yaaaaah.... aku kecewa! :(

Selang beberapa hari kemudian, dia memberiku selembar foto lagi. Tapi kali ini foto yang dia berikan tuh foto fullbody seorang cowok, masih lengkap dengan seragam putih biru-nya, dengan gaya yang sok cool. Waktu aku tanya itu siapa, dia menyuruhku membalik foto tersebut. ternyata dibalik foto itu ada tulisan sebuah nama: Moh. Joko A. lengkap dengan tanda tangan pemilik nama itu.
Heeeey, itu kamu kan?? Norak sekali. (>.<) Dan kau tau reaksiku saat itu? (Hampir) merobek fotomu! Mbak Yuk langsung marah-marah padaku. Dia bilang kau udah bela-belain pulang sekolah, masih dengan wajah kucel dan berminyak lari ke studio foto, cuma gara-gara mbak Yuk bilang kalau aku maksa minta pas foto jaman SDmu.
Yaa Tuhan, sepertinya kita tuh dikerjain yak sama dia?? Padahal kan aku maksa karena aku pikir tu fotonya mas Duta. (_ _")

Sejak saat itu, kau semakin sering titip salam. Aku pun sering membalas salam-salam itu. Kita akhirnya saling mencari tahu satu sama lain dari mbak yuk -si tetangga penyampai pesan- itu. Namun hal itu terlupa begitu saja ketika kita sama-sama menghadapi ujian nasional. Dan untuk kemudian, kita melanjutkan sekolah keluar kota.

Kau ingat pertemuan pertama kali setelah itu? Kita papasan di jalan ketika kita menuju sekolah masing-masing. Ternyata kita sekolah di kota yang sama! Kebetulan pula aku kos di dekat SMA-mu dan kau kos di dekat SMP-ku. Waktu itu kita saling memandang, merasa saling mengenal, tapi lupa siapa hingga kita lewat begitu saja. Tapi kemudian kita ingat, seketika kita balik badan dan saling menudingkan jari dan menyebutkan nama masing-masing. Tersenyum, lalu melanjutkan perjalanan kita menuju sekolah masing-masing. Hahahahahahahahah.... :))
Katrok sekali ya kita??

Untuk kisah selanjutnya, sepertinya kita skip saja ya? Boleh kan? Karena itu cukup menyakitkan untukku. Hehehe... :))

Tak terasa kita sekarang sudah sama-sama dewasa. Tapi, sepertinya kita masih saja selalu berdebat dan saling ejek ya? Hahahahaahahah...
Seperti penggalan lagu dari Sheila On 7 ini:
"...Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu. Tuk perlihatkan semua hartaku.... Kita slalu berpendapat kita ini yang terhebat. Kesombongan dimasa muda yang indah.."

Mr. J, aku berterimakasih atas masa-masa yang pernah kita lewati. Apapun itu, aku, kau, masa itu hanyalah masa-masa muda yang penuh kebodohan dan keegoisan kita berdua. Jadi aku minta maaf jika aku telah melakukan hal-hal yang menyinnggung perasaanmu, baik dulu maupun sekarang.

Semoga semua kisah klasik yang telah kita lewati menjadi satu kenangan indah yang bisa membuat kita tersenyum, bahkan tertawa kala mengingatnya.

Kita Sahabat Sejati kan?? :))


Sampai jupa dikehidupan yang lain. Terimakasih Bijaksana. :)

@ChieznAngel_507